*ingin selalu belajar sesuatu yang berguna

Cari Blog Ini


Rabu, 04 Januari 2012

Walikota Solo Pilih Mobil Dinas Buatan SMK... mobil esemka

Walikota Solo Pilih Mobil Dinas Buatan SMK
Mobil sport utility vehicle (SUV) berwarna hitam ini merupakan buatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo,Jawa Tengah.
Wali Kota Solo, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, lebih memilih mobil buatan dalam negeri bertitel Kiat Esemka.Mobil sport utility vehicle (SUV) berwarna hitam ini merupakan buatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo,Jawa Tengah.

Mobil dinas Toyota Camry yang sudah digunakan Wali Kota selama 11 tahun akhirnya pensiun dan diganti mobil baru.
"Yang lain saya tidak mau memakai,tapi kalau yang ini mau," ujar Jokowi di halaman Balai Kota Solo, Senin (2/1) seperti ditulis laman beritasatu.com.

Mobil Kiat Esemka ini dirakit pengusaha automotif dalam negeri, yakni Kiat Motor, Klaten. Dengan dapur pacu 1.500 cc, mobil berbahan bakar premium irit bahan bakar ini digadang-gadang mampu bersaing dengan mobil sejenis buatan luar negeri. Kiat Asemka menggunakan komponen lokal hingga 80 persen.

Harga Kiat Esemka cukup kompetitif. Dengan perhitungan produksi massal, satu unit Kiat Esemka dibanderol hanya Rp 95 juta. Tapi untuk dua mobil dinas Kepala Daerah Kota Solo, ongkos produksinya mencapai Rp 350 juta per unit. "Itu karena prototype, jadi lebih mahal. Perakitannya selama tiga bulan," ungka pemilik Kiat Esemka, Sukiat.

Kiat Motor telah memproduksi 10 mobil serupa. Mereka bekerja sama dengan 10 SMK di wilayah Surakarta. Di antaranya, SMKN 2 Surakarta,SMK Warga Surakarta,SMK N 5 Surakarta dan SMK N 1 Trucuk,Klaten.

Menurut Sukiat, dia dan Wakli Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menjadi kepala daerah pertama di Indonesia yang memakai mobil dinas produksinya. "Kami berharap setelah Pak Jokowi dan Pak Rudy mau memakai mobil rakitan dari anak-anak SMK di Solo Raya, nantinya bisa berkembang dengan baik dan para pejabat lainnya juga mau mengikuti menggunakan mobil ini untuk dinas maupun pribadi," kata Sukiat.

 | JURU Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, Istana tidak mempermasalahkan jika mobil buatan para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo dijadikan sebagai mobil dinas Wali Kota Solo Joko Widodo.

Menurut Julian hal ini patut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. “Ya tentu Presiden sudah mendengar adanya kreasi, inovasi, yang positif dari anak bangsa di Jawa Tengah. Dengan berhasilnya dirakit mobil nasional ini patut diapresiasi. Kalau dia (Joko Widodo) mau menggunakan mobil itu ya silakan. Presiden tidak melarang digunakan sebagai mobil dinas,” kata Julian di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/1).

Sementara itu, terkait usulan kepada Presiden agar mobil ini dijadikan sebagai mobil nasional, menurut Julian, pihaknya belum mengkonfirmasikan hal ini kepada Presiden. “Saya belum sempat menanyakan kepada Presiden mengenai hal ini. Kalau nanti ada yang ingin beliau sampaikan, nanti akan saya sampaikan,” ujarnya.

Sebagai informasi, keputusan Wali Kota Solo Joko Widodo menyingkirkan mobil Toyota Camry lamanya dan menggantikannya dengan mobil rakitan siswa SMK, "Kiat Esemka" menjadi sorotan. Ide Jokowi ini dinilai sebagai trigger (pemicu) sekaligus momentum kebangkitan mobil nasional.

Sumber:Antara,mediaindonesia.,solopos,jurnas.com,beritasatu.com

Tidak ada komentar: